08
Agu
09

Nurdin M Top is Dead?

Gembong teroris yang menjadi buronan nomor satu di Indonesia, Noordin M Top, dikabarkan tewas dalam aksi penyerbuan di Dusun Beji, Desa Kedu, Kecamatan Kedu, Temanggung, Jawa Tengah. Hal ini berdasarkan informasi di lokasi, Sabtu (8/8/2009), setelah Densus 88 yang mengepung rumah milik Mohzahri yang ditempati Noordin, menyerbu ke dalam. Dalam penyerbuan tersebut, dilaporkan dua orang yang bertahan di dalam rumah tewas, dan salah satunya diduga Noordin M Top. Namun hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian mengenai tewasnya Noordin.
Seperti diketahui, sejak tadi pagi, Densus 88 melakukan pengepungan dan pelemparan peledak ke dalam rumah yang berada di tengah area persawahan tersebut.
Pengepungan sendiri dimulai sejak kemarin sore. Densus sempat melakukan negosiasi yang meminta para teroris untuk menyerahkan diri. Namun hal tersebut ditolak, dan mereka memilih mati.

Satuan antiteror Densus 88 Mabes Polri, pada akhirnya berhasil menaklukkan rumah milik Mahzohri yang ditempati oleh gerombolan teroris Noordin M Top. Dalam penaklukannya, Noordin dikabarkan menemui ajalnya dalam baku tembak dengan Densus 88. Sekira pukul 09.30WIB, setelah beberapa kali diberondong peluru, akhirnya Densus 88 merangsek ke dalam rumah “Noordin”. Penyerbuan diawali dengan lemparan peledak ke dalam rumah, dan berondongan tembakan.
Saat memasuki rumah, sempat terdengar kontak senjata. Tak berapa lama, Densus keluar rumah dan melakukan penyisiran ke belakang dan samping rumah.
Setelah itu, Densus kembali memasuki rumah melalui jendela untuk memasang peledak.
Dalam penaklukan rumah yang didiami anak buah Dr Azahari ini, terdengar kabar dua orang tewas. Sementara informasi di lapangan menyebutkan, kuat dugaan satu korban yang tewas adalah Noordin. Namun belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian.
Sekira pukul 09.50 WIB lokasi kemudian diberi garis polisi. Tak lama Kemudian terlihat satu jenazah dikeluarkan dari dalam rumah.

Kabid Penerangan Umum Mabes Polri Kombes I Ketut Untung Yoga menyatakan jenazah korban tewas penggerebekan Densus 88 di Temanggung, Jawa Tengah, akan dibawa ke RS Polri Soekanto Kramat Jati, Sabtu ini.
“Iya benar, korban tewas akan dibawa ke RS Polri Kramat Jati,” kata Untung Yoga, Sabtu (8/8/2009). Saat ditanya apakah jenazah Noordin akan dibawa ke Halim, Untung mengatakan belum bisa dipastikan jenazah itu adalah Noordin. Oleh karena itu akan dipastikan melalui tes DNA. “Justeru dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk memastikan apakah jenazah itu Noordin atau bukan,” terangnya.
Dia menambahkan polisi sudah memiliki sample DNA pembanding dari Malaysia. Namun Untung belum bisa memastikan pukul berapa jenazah tiba di Halim. Jenazah akan diberangkatkan dari Yogyakarta.


24
Jul
09

Siapa Pelaku Bom Mega Kuningan?

Polisi akhirnya berhasil membuat sketsa wajah dua pelaku bom di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan.
“Kami minta masyarakat untuk membantu menyebarkan sketsa seluas-luasnya,” ujar Kepala Divisi Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna kepada wartawan dalam keterangan pers di Plaza Bellagio, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (22/7/2009).
Sketsa tersebut juga dilengkapi dengan ciri-ciri dua pria yang diduga menjadi eksekutor bom bunuh diri yang menewaskan sembilan orang itu.
Berikut ciri-ciri pelaku bom bunuh diri seperti diungkapkan Ketua Tim PCI dr Edi Saparwoko:
Ciri-ciri pelaku bom di Hotel Ritz Carlton:
– Laki-laki
– Usia 40 tahunan dengan plus minus 5sampai 10 tahun
– Kulit sawo matang
– Rambut hitam pendek
– Tinggi 165 sentimeter
Ciri-ciri pelaku bom di Hotel JW Marriott:
– Laki-laki
– Usia 17 tahunan dengan plus minus 4sampai 5 tahun
– Kulit lebih putih dibanding pelaku di Hotel Ritz Carlton
– Rambut hitam lurus pendek
– Tinggi 180 sentimeter
– Dilihat dari potongan kaki yang ditemukan, ukuran kakinya 42-43 sentimeter

Mabes Polri telah melakukan tes DNA terhadap sejumlah keluarga yang mengaku kehilangan keluarga terkait peristiwa ledakan di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton Jumat pekan lalu, namun tidak ada yang identik dengan DNA dari jenazah yang ditemukan di lokasi.
“Kami sudah melakukan pemeriksaan kepada keluarga-keluarga yang merasa kehilangan keluarganya namun hingga saat ini belum ada yang cocok,” ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Nanan Soekarna, Rabu (22/7/2009).
Pengecekan dilakukan termasuk kepada keluarga Nur Hasdi, alias Nur Hasbi alias Nur Said namun tidak ditemukan kecocokan DNA dengan potongan kepala di TKP.
“Tapi belum ada tes kepada keluarga Baharudin,” ujarnya.
Baharudin warga Cilacap yang masih menjadi buruan Mabes Polri karena diduga terkait jaringan Noordin M Top.
Begitu pun pengecekan terhadap keluarga Ibrahim, salah seorang pengurus taman di Hotel Ritz Carlton, yang dinyatakan hilang oleh keluarganya, dari tes DNA yang dilakukan, polisi tidak menemukan kecocokan dengan para korban yang belum berhasil diidentifikasi.
“Hingga saat ini Ibrahim masih dinyatakan hilang,” jelasnya.
Nanan juga menjelaskan kenapa polisi sempat menjaga rumah Ibrahim kemarin, karena Ibrahim sebelumnya dinyatakan hilang namun ternyata tidak identik dan penjagaan tidak lagi dilakukan.
Polisi juga menyebarkan dua wajah yang diduga pelaku peledakkan, namun kembali Nanan menyatakan sketsa itu tidak cocok dengan Nur Hasdi dan Ibrahim.Polisi juga sudah memeriksa 39 saksi tapi belum ada mengarah dijadikan tersangka.

24
Jul
09

Perampok BNI Akhirnya Tertangkap

Polda Metro Jaya telah membekuk 10 orang yang diduga merampok uang Rp15 milai milik BNI yang dibawa mobil PT Cisco pekan lalu. Dari tersangka polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa uang tunai, mobil, senjata api, dan lainnya.
Adapun nama-nama kesepuluh orang pelaku perampokan itu adalah:
1. Ahmad Abdul Mubalig (24), sopir PT Cisco yang memberikan kode terhadap mobil yang membututinya.
2. Suhendi alias Andi (36), ikut merencanakan dan membagikan uang
3. Ahmad Sopian (29), sopir Avanza dan membawa uang
4. Insyaf Putra Subagio (48), membantu tersangka Ahmad Sopian dan menyediakan tempat
5. Siti Soleha (37), menyediakan tempat
6. Muat (42), menyediakan tempat
7. Dedi (22), mencarikan kantong plastik untuk menaruh uang
8. Mista (52), menyembunyikan dan membagikan uang
9. Sukri (30), sopir dari Siti Soleha
10. Aceng Idrus (53), berperan sebagai dukun
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Chryshnanda, para pelaku ditangkap di beberapa lokasi terpisah. “Mereka ditangkap di Jakarta, Serang, Bandung, dan Karawang,” katanya di Kuningan, Jakarta, Selasa (21/7/2009).
Menurut dia, sebagian uang hasil perampokan tersebut berada di tangan para tersangka. Namun sisanya masih dalam penelusuran aparat. Chryshnanda merinci dari tangan Ahmad Mubalig diamankan uang Rp500juta dan 4 buah rangsel berisi uang tunai Rp933juta. Uang tunai senilai Rp300 juta disita dari Ahmad Sopian.
Dari Insyaf polisi menemukan mobil Avanza F 1121 JQ, Siti Soleha uang senilai Rp26,9 juta dan sebuah mobil APV B 2913JW. Kemudian dari tangan Dedi diamanakan uang senilai Rp705 juta dan dari Mista Rp285juta. Polsisi juga menyita satu unit mobil Isuzu Phanter B 8252kW, foto kopi STNK, dua senpi jenis AK 47 dan gas gun, magazine, palu, jaket, tas, dan dokumen lain.
Chryshnanda menambahkan, mereka berhasil dibekuk dalam operasi yang dipmpim langsung Direskrim Umum Polda Metro Jaya. Sementara itu polisi masih terus mengembangkan kasus itu.

Polda Metro Jaya akhirnya meringkus 15 pelaku perampokan Bank BNI senilai Rp15 miliar beberapa waktu lalu. Para tersangka berhasil ditangkap pada Sabtu 18 Juli 2009 malam. Mereka ditangkap di lokasi berbeda antara lain Jakarta, Bandung, Medan, Lampung, Cirebon, dan Serang.
“Saat ini, mereka masih menjalani pemeriksaan secara intensif di ruang Resmob Polda Metro Jaya,”. ujar salah satu sumber di Polda Metro Jaya kepada wartawan, Minggu (19/7/2009) malam..
Dia menambahkan, pihaknya masih melakukan penyelidikan keterlibatan dari kelimabelas pelaku tersebut. “Masih kita dalami keterlibatannya,” tandas sumber tersebut. Diduga aksi perampokan tersebut melibatkan peran orang dalam PT Cisco selaku jasa pengiriman uang yaitu sopir dan petugas keamanan.
Pengungkapan kasus ini berawal dari tertangkapnya salah seorang pelaku benisial AN di Lebak, Banten. AN diketahui teman dekat Abdul Mubalig yang merupakan sopir Isuzu Panther B 8252KW yang membawa uang Rp15 miliar. Saat ini, para pelaku diketahui masih memiliki hubungan keluarga satu sama lainnya.
Aksi ini juga diduga melibatkan petugas keamanan dalam diperusahaan tersebut. “Semua pelaku sipil, tidak ada anggota TNI ataupun Polri yang terlibat,” ungkapnya.
Dia mengungkapkan, 15 pelaku yang ditangkap terdiri dari pembuat perencana, menyediakan fasilitas hingga eksekutor. Dua pelaku yang diketahui sebagai eksekutor, salah seorang di antaranya bernama Iwan.
Saat ditanya jumlah uang yang berhasil diselamatkan dari total Rp15 miliar yang dirampok, dia menyatakan hampir semuanya diselamatkan. “Uangnya masih utuh dan sudah kita amankan,” tukasnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Crysnanda Dwi Laksana saat dikonfirmasi mengatakan, saat ini pihaknya masih mendalami keterlibatan para pelaku perampokan tersebut. “Kita masih mendalami keterlibatannya,” pungkas Chrysnanda.

Polda Metro Jaya mengungkapkan 15pelaku perampokan Bank BNI senilai Rp15 miliar beberapa waktu lalu masih memiliki hubungan keluarga satu sama lain.
Seorang sumber dari Polda Metro mengungkapkan, salah satu pelaku yakni seorang wanita dengan inisial EHA dan berprofesi ibu rumah tangga. “EHA terlibat dalam kasus perampokan ini,” ujar sumber tersebut kepada wartawan, Minggu 19Juli 2009 malam.
Diduga, wanita ini berperan memfasilitasi lima mobil untuk operasional pelaku lainnya. EHA ditangkap polisi di kediamannya di kawasan Cilincing, Jakarta Utara.
Selain EHA, aksi perampokan ini juga melibatkan seorang dukun. “Dukun itu juga kami tangkap di Cilincing. Dia juga sebagai pengajar di daerah Serang, Banten. Dia sempat membuat linglung Bripda Edi,” tandasnya.
Dia menjelaskan, kronologis perampokan terjadi saat petugas keamanan Bripda Edi Purnawan bersama rombongan sedang melaju dari Tangerang ke Jakarta. Sesampainya di Tol Latumenten, Tambora, Jakarta Barat, mobil tersebut diseruduk kendaraan pelaku yang langsung memukul bagian belakang tubuh korban.
Setelah itu, para karyawan beserta dengan sopir disekap di dalam kendaraan pelaku dan mobil yang mengangkut uang senilai Rp15 miliar tersebut langsung digasak dibawa kabur pelaku.

okezone.com

19
Jul
09

Terrosist Strikes Back


Noordin M Top menjadi buronan kelas wahid polisi Indonesia. Dia dianggap sebagai otak aksi pengeboman di sejumlah daerah di Indonesia. Bom di JW Marriott dan Ritz Carlton pun masih dikaitkan dengannya.
Dugaan kuat keterlibatan Noordin M Top dengan aksi peledakan bom di dua hotel berbintang itu diungkapkan oleh Kepala Desk Antiteror Kementerian Koordinator Polhukam, Irjen Pol Ansyaad Mbai kepada BBC, di Jakarta, Sabtu (18/7/2009).
Noordin selama ini masih dalam pencarian. Dia memiliki keterkaitan dengan Jamaah Islamiyah. Selama ini Jamaah Islamiyah memiliki keterkaitan dengan Al Qaeda. Jamaah Islamiyah juga dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas serangkaian teror termasuk ledakan bom di Bali pada 2002silam yang menewaskan 200 orang.
Mbai menyebutkan, serangan teroris ini menjadi tamparan bagi pemerintah di saat semua orang mulai menikmati stabilitas yang terjaga dalam beberapa tahun terakhir.
Sebelumnya disebutkan akibat serangan ini setidaknya sembilan orang dinyatakan tewas dan puluhan lainnya luka-luka.
Dalam sebuah rekaman CCTV dan pengakuan saksi mata, pelaku diduga kuat merangkai bom di kamar 1808 Hotel JW Marrott. Seorang yang mencurigakan menyeret tas hitam, berjas hitam, dan membawa tas ransel sesaat sebelum ledakan tertangkap kamera CCTV. Diduga kuat ledakan di dua hotel itu merupakan bom bunuh diri.

Aparat kepolisian dikabarkan telah menemukan sandi atau kode-kode baru dari para pelaku tindakan teroris. Polisi pun terus memecahkan kode-kode tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (18/7/2009), sandi atau kode baru itu ditemukan saat polisi melakukan olah TKP di lokasi ledakan.
Selain itu, pada siang tadi, polisi juga menemukan tas laptop dari sebuah ruangan di Hotel JW Marriott. Tas tersebut langsung dibawa dan dimasukkan ke dalam tong di mobil gegana.
Sementara satu bom yang kemarin ditemukkan di kamar 1808 sudah diledakkan oleh tim Jihandak di Mako Brimob Kelapa Dua Depok.
Hingga kini polisi belum mengeluarkan pernyataan siapa dalang dibalik aksi teror di Ibukota ini. Namun, dilihat dari ciri dan jenis bahan peledak, kuat dugaan Noordin M Top masih ikut bermain.

Berdasarkan hasil CCTV, diduga kuat pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton dilakukan oleh seorang wanita.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, Sabtu (18/7/2009), berbeda dengan pelaku bom di hotel JW Marriott yang hanya terlihat satu orang dengan membawa tas, maka di Hotel Ritz Carlton dilakukan oleh dua orang.
Pantauan CCTV Hotel Ritz Carlton menunjukkan ada sepasang laki-laki dan wanita mendekati restoran Syailendra. Si wanita terlihat masuk ke dalam restoran sedangkan si laki-laki tetap di luar.
Kecurigaan ini diperkuat dengan tangkapan layar CCTV, sesaat sebelum ledakan si pria terlihat bersembunyi di bawah meja dan setelah ledakan si pria menutup laptop dan kabur. Saat ini sedang dilakukan pengejaran terhadap pria tersebut.
Dugaan bahwa pelaku peledakan di Ritz Carlton adalah ditemukannya serpihan tubuh wanita yang paling hancur saat dilakukan oleh TKP.

Saksi kunci peledakan bom di Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sempat mengenali pria yang diduga pelaku bom bunuh diri. Kulit sawo matang, wajah berbentuk oval, dan berusia sekira 20-30 tahun.
“Saya sempat tanya ke pria itu, mau ke mana. Lalu katanya mau ketemu bosnya, mau mengantar pesanan,” ungkap Didik Ahmad Taufik yang kini dirawat di Rumah Sakit Jakarta, Sabtu (18/7/2009).
Pria dengan tinggi sekira 172 sentimeter itu lantas dipersilakan masuk menuju lounge. Tidak lama kemudian, pria itu terlihat memandangi sekitar lounge, sebelum akhirnya berjalan menuju restoran.
“Dia sempat mengeluarkan HP lalu tiba-tiba beberapa menit langsung ada ledakan,” kisahnya.
Lalu Didik yang mengaku telinganya sakit akibat dentuman keras, jatuh karena tertimpa plafon.
Dari rekaman CCTV yang ditayangkan di televisi, Didik mengaku yakin bahwa pria berpakaian serba hitam, lengkap dengan tas ransel dan travel bag tersebut adalah pelaku bom bunuh diri.
“Ya, saya yakin karena jaketnya warna hitam,” pungkasnya.

okezone.com

19
Jul
09

SBY Disappear

Ada-ada saja kejutan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat berkunjung ke lokasi ledakan di Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu (18/7/2009). Presiden mengecoh para wartawan yang menunggu keterangan darinya.
Pantauan di lokasi, Presiden yang sebelumnya mengunjungi Hotel Ritz Carlton, tanpa diketahui arah kedatangannya seketika terlihat sudah berada di Hotel JW Marriott dan langsung masuk ke mobilnya. Iring-iringan kendaraan Presiden lengkap dengan pengawal pun langsung meluncur meninggalkan lokasi.
Aksi singkat itu sempat terlihat beberapa wartawan yang sebelumnya sudah diminta bersiap di depan Plaza Mutiara. Barisan wartawan yang diberi garis batas polisi pun membuat mereka tak bisa berbuat apa-apa. Mereka sontak kaget dan kecewa karena merasa dibohongi.
Akhirnya, para wartawan yang sudah menunggu keterangan Presiden sejak pagi tadi hanya bisa melihat sosok Presiden dalam hitungan detik. Itu pun tidak semua bisa menyaksikan sendiri bahwa yang datang itu benar-benar Presiden.
Beredar kabar, Presiden diduga melewati terowongan bawah tanah yang menghubungkan dua hotel bintang lima itu. Hal itu dikarenakan tidak satu pun wartawan atau warga yang berkerumun di sekitar lokasi, yang melihat kedatangan Presiden.

Keamanan ekstra ketat di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott seakan tak mungkin diterobos para pelaku bom bunuh diri yang meledakkan dirinya, kemarin.
Diduga, ada jalan lain yang digunakan para pelaku untuk bisa leluasa keluar-masuk hotel bintang lima itu.
Juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng mengungkapkan, ada lorong bawah tanah yang menghubungkan Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott. Mungkinkah lorong rahasia itu dijadikan akses oleh para pelaku untuk bebas membawa bom ke dalam hotel?
“Ya ada kemungkinan digunakan,” ujarnya kepada okezone, Sabtu (18/7/2009) tanpa merinci dugaan itu.
Keberadaan lorong sempit itu, lanjut Andi, disampaikan kepada Presiden saat mengunjungi Hotel Ritz Carlton. Karena itu, Presiden pun langsung menjajal jalan sempit itu untuk menuju Hotel JW Marriott.
“Sebetulnya tidak direncanakan,” imbuhnya.

JAKARTA- Puluhan wartawan hanya bisa menggerutu ketika kunjungan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) luput dari perhatian mereka. Ternyata, Presiden menggunakan akses lorong bawah tanah yang menghubungkan Hotel JW Marriott dan Hotel Ritz Carlton.
“Tadi ada laporan kepada Pak Presiden bahwa ada lorong bawah tanah. Kecil, kecil sekali jalannya. Makanya langsung ditinjau. Dari Ritz ke Marriott lewat situ,” ungkap ujar juru bicara kepresidenan Andi Mallarangeng kepada okezone, Sabtu (18/7/2009).
Menurut Andi, kedatangan Presiden adalah untuk bertemu dengan aparat keamanan yang berjaga di lokasi.
“Supaya mereka semangat dan bekerja keras untuk mengungkap kasus ini,” imbuhnya.
Dia juga membantah adanya anggapan yang menyebutkan bahwa Presiden akan memberikan keterangan pers kepada para wartawan.
“Memang kan tidak ada rencana konferensi pers,” akunya.

19
Jul
09

Perampok BNI Ditangkap

Tim gabungan Polda Metro Jaya dikabarkan meringkus dua orang buronan yang diduga sebagai pelaku perampokan mobil milik PT Certis Cisco yang membawa uang Rp15 miliar milik BNI.
Berdasarkan informasi yang dikumpulkan okezone, Sabtu (18/7/2009), dua orang yang ditangkap tersebut adalah Andi dan Abdul Mubalik. Mereka ditangkap di dua tempat yang berbeda. Andi berhasil diringkus di Lebak, Banten. Sedangkan Abdul Mubalik, (disebut-sebut) sopir mobil Certis Cisco yang juga diduga terlibat, ditangkap di Bandung.
Disebutkan, saat ini polisi setidaknya mengidentifikasi 15orang yang terlibay, di mana 9 di antaranya terlibat langsung dan enam lainnya tidak terlibat langsung dalam aksi perampokan itu.
Sejauh ini polisi masih melakukan pengembangan kasus perampokan tersebut. Kedua orang yang sudah ditangkap kini dibawa ke Polda Metro Jaya. Polisi pun masih terus melakukan pengejaran terhadap sejumlah orang yang dicurigai.
Hingga berita ini diturunkan, okezone sudah mencoba mengontak sejumlah pejabat terkait di Polda Metro Jaya, namun belum satupun memberikan keterangan resmi tentang penangkapan ini.
Seperti diketahui perampokan terjadi pada Senin 13 Juli 2009 di jalan tol kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat, yang mengarah ke Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, PT Certis Cisco sedang mengantar uang milik BNI. Kawanan perampok pun berhasil menggasak uang sejumlah Rp15 miliar.

3 Pelaku Tertangkap

Tiga pelaku perampokan Rp15 miliar milik Bank BNI ditangkap di wilayah Jawa Barat. Dua pelaku antara lain Andi dan Abdul ditangkap di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sedangkan Ade ditangkap di daerah Karawang, Jawa Barat.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber di Polda Jabar, ketiga pelaku ditangkap Sabtu dini hari, kemarin. “Mereka ditangkap dini hari tadi dan langsung dilakukan pengembangan,” ujar sumber tersebut.
Dua pelaku yang ditangkap petugas di villa di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut merupakan kerjasama Polda Metro Jaya dengan Unit Tim Cepat Tindak Ditreskrim Polda Jabar pimpinan Kompol Zul Azmi. Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/7/2009) malam hingga Sabtu (18/7/2009) dini hari.
Meski telah tertangkap, ketiganya belum dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Jabar. Ketiganya masih dibawa tim di lapangan untuk pengembangan kasus yaitu menangkap pelaku lainnya. Diperkirakan masih ada tujuh orang pelaku perampokan yang kini dalam pengejaran petugas.

Aparat kepolisian mencokok tiga orang yang diduga menjadi pelaku perampokan mobil PT Certis Cisco yang membawa uang Rp15miliar milik BNI. Saat dicokok di sebuah villa di Pengalengan, aparat kepolisian mengamankan uang sebesar Rp1,2 miliar.
“Ada uang yang masih sisa di vila sebesar Rp1,2 miliar,” ungkap sumber di Pilda Jawa Barat.
Tiga pelaku perampokan Rp15 miliar milik Bank BNI ditangkap di wilayah Jawa Barat. Dua pelaku antara lain Andi dan Abdul ditangkap di kawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sedangkan Ade ditangkap di daerah Karawang, Jawa Barat.
Dua pelaku yang ditangkap petugas di villa di Pangalengan, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut merupakan kerjasama Polda Metro Jaya dengan Unit Tim Cepat Tindak Ditreskrim Polda Jabar pimpinan Kompol Zul Azmi. Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/7/2009) malam hingga Sabtu (18/7/2009) dini hari.
Meski telah tertangkap, ketiganya belum dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Jabar. Ketiganya masih dibawa tim di lapangan untuk pengembangan kasus yaitu menangkap pelaku lainnya. Diperkirakan masih ada tujuh orang pelaku perampokan yang kini dalam pengejaran petugas.

Berniat untuk tidak terendus dari kejaran aparat Kepolisian membuat dua pelaku perampokan Rp15 miliar milik Bank BNI membeli villa mewah dikawasan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Diduga pembelian villa tersebut dari hasil uang kejahatan yang mereka lakukan.
Informasi di kepolisian Polda Jawa Barat mengatakan, villa tersebut dibeli beberapa hari yang lalu. “Mereka langsung membeli villa dan mereka pun ditangkap di villa tersebut,” jelas sumber tersebut, Sabtu (18/7/2009).
Bahkan dari villa tersebut, petugas gabungan antara Polda Jabar dan juga Polda Metro Jaya berhasil menyita uang sisa rampasan senilai Rp1,2miliar. “Ada uang yang masih sisa divila sebesar Rp1,2 miliar,” ungkapnya.
Penangkapan tersebut merupakan kerja sama Polda Metro Jaya dengan Unit Tim Cepat Tindak Ditreskrim Polda Jabar pimpinan Kompol Zul Azmi. Penangkapan dilakukan pada Jumat (17/7/2009) malam hingga Sabtu (18/7/2009) dini hari.
Meski telah tertangkap, ketiganya belum dijebloskan ke sel tahanan Mapolda Jabar. Ketiganya masih dibawa tim di lapangan untuk pengembangan kasus yaitu menangkap pelaku lainnya. Diperkirakan masih ada tujuh orang pelaku perampokan yang kini dalam pengejaran petugas.

Okezone.com

19
Jul
09

Jakarta Meledak Lagi

JAKARTA- Ledakan keras terjadi di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (17/7/2009). Menurut keterangan saksi, ledakan terdengan dua kali, salah satunya berasal dari Hotel Ritz Carlton.
“Ledakan sekitar jam tujuh. Saya lari kea rah Hotel Ritz Carlton, lalu dari situ ada ledakan lagi,” ujar Alex Asmasoebrata yang biasa berolah raga di sekitar Mega Kuningan.
Menurut dia, ledakan pertama diperkirakan terjadi di Plaza Mutiara yang letaknya berseberangan dengan Hotel Ritz Carlton.

JAKARTA- Belasan tamu hotel JW Marriott panik dan berlarian menjauh dari Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta. Ledakan di hotel ini terjadi di tempat pertunjukan musik yang biasa disebut JW Lounge.
Saat ini, Jumat (17/7/2009), jalur Lingkar Mega Kuningan ditutup untuk umum. Tim gegana dan pemadam kebakaran telah tiba di lokasi kejadian.
Menurut saksi mata, ledakan keras terjadi sekira pukul 07.40 WIB. Pantauan okezone, hingga saat ini situasi di sekitar lokasi terasa mencekam.

Ledakan diduga Bom Bunuh Diri

Seorang saksi mata mengatakan dirinya melihat seorang korban dengan bagian tubuh yang hancur. Dia menduga korban merupakan pelaku bom bunuh diri di Hotel Ritz Carlton, Jakarta.
Greg Woolstencroft, saksi mata mengatakan kepada CNN, Jumat (17/7/2009), dia sedang berad adi apartemennya kemudian mendengar suara ledakan keras.
“Saya melihat melalui jendela dan nampak asap tebal membumbung tinggi,” katanya saat diwawancara CNN.
“Saya turun dari apartemen dan tak lama kemudian terdengar suara ledakan kedua di Hotel Ritz Carlton. Saya menuju lokasi dan melihat restauran yang berada di hotel itu hancur,” tuturnya.
Woolstencroft menyatakan melihat korban yang menurutnya adalah pelaku bom bunuh diri. “Dia seperti pelaku peledakan karena ditemukan sangat dekat dengan posisi bom diledakkan,” akunya.
Woolstencroft melanjutkan melihat banyak korban luka. Namun saat itu dia baru memastikan satu korban meninggal adalah mayat yang ditemukan di lokasi dekat posisi ledakan.
Polisi saat ini masih berkonsentrasi melakukan pengamanan dan evakuasi korban. Belum jelas apa penyebab dan motif peledakan.
“Jelas, sasaran bom adalah warga Barat dan ekspatriat. Saya merasa ada pihak yang ingin menyampaikan pesan dengan ledakan ini,” imbuhnya.

Teroris Manfaatkan Pilpres dan Kedatangan MU

Jakarta kembali menjadi sasaran aksi kelompok teroris dengan meledakan bom. Momen pemilu presiden dan kedatangan tim sepakbola Manchaster United, dimanfaatkan teroris untuk melancarkan aksinya. Benarkah?
“Pilpres adalah pesta demokrasi Indonesia yang disorot dunia. Sedangkan tim MU klub besar yang sangat terkenal. Ini dijadikan momen para teroris,” ujar pengamat intelijen AC Manulang saat berbincang dengan okezone per telepon, Jumat (17/7/2009).
Menurut dia, hal ini dilakukan sekelompok teroris untuk menunjukkan eksistensi mereka kepada dunia. Sehingga, aksi terorisme kembali menjadi pemberitaan utama dan membuat kondisi masyarakat menjadi panik.
“Sampai sekarang Noordin M Top belum tertangkap dan anak buahnya masih berkeliaran. Bisa jadi pelakunya sama yakni mereka yang menentang liberalisme atau Amerika,” tandasnya.
Sebagaimana dikehatui, Hotel The Ritz Carlton dikabarkan akan menjadi tempat bermalam para pemain dari Manchester United. Sedangkan Hotel JW Marriott menjadi tempat bermalam Tim Nasional PSSI. Kedua tim tersebut akan bertarung pada 20 Juli mendatang di Stadion Gelora Bung Karno.

Ditemukan Bom yang Masih Aktif

Ledakan di Hotel Ritz Carlton dan JW Marriott, Jumat (17/7/2009) pagi, masih diantisipasi aparat keamanan. Sebuah bom yang masih aktif ditemukan di salah satu kamar Hotel JW Marriott.
“Tapi anggota kami sudah menjinakkan bom aktif itu di kamar 1808,” ujar Kasat Brimob Polda Metro Jaya Kombes Kombes Murad Ismail kepada wartawan di areal Hotel JW Marriott.
Namun, Murad enggan menyebutkan dari kamar nomor berapa bom itu ditemukan. “Bom tersebut sudah dibawa ke Mako (Markas Komando) Brimob Kelapa Dua, Depok,” ujarnya singkat.

Polisi belum membeberkan siapa pelaku ledakan bom di Hotel Ritz Carlton dan Hotel JW Marriott, Mega Kuningan, Jakarta Selatan. Namun polisi menduga ada modus baru dalam aksi para teroris itu.
“Mungkin komponennya dilepas satu per satu lalu dibawa masuk ke kamar 1808 itu. Kemudian baru dirakit di dalam,” ungkap Kepala Divisi Humas Polda Metro Jaya Irjen Nanan Sukarna kepada wartawan di Plaza Bellagio, Mega Kuningan, Jumat (17/7/2009).
Menurut dia, saat ini tim penyidik masih mengumpulkan bukti dan informasi untuk mengungkap siapa pelaku yang bercokol di kamar di lantai 18 itu.
Dalam keterangan pers itu, Nanan juga menyatakan bahwa pihaknya menyediakan media center bagi para wartawan di Plaza Bellagio. Jaraknya dari lokasi ledakan tak lebih dari 500 meter saja.

Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri menyatakan bahwa pelaku teror di hotel JW Marriott dan Ritz Carlton identik dengan teroris di Cilacap, karena bahan yang digunakan identik.
“Dengan kasus cilacap kemarin, kemudian bom yang ditemukan di sana identik dengan yang ada di sini. Tapi tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka,” ujar Kapolri saat jumpa pers di lokasi ledakan, Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (17/7/2009).
Dia juga meminta kepada masyarakat untuk peduli dan membantu aparat kepolisian dalam mengungkap benang kusut terorisme ini.
“Untuk masyarakat di mana saja berada agar memberi info secepatnya apabila ada orang-orang yang tidak dikenal. Seperti kasus di Cilacap, tidak ada yang bisa mengidentifikasi siapa mereka itu,” tegasnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menuding ledakan tersebut ada kaitan dengan hasil Pilpres.

“Pagi ini saya mendapat banyak pertanyaan yang mengatakan kepada saya, dan ada yang berteori paling tidak mencemaskan, aksi ini berkaitan dengan hasil pemilihan persiden,” kata SBY dalam jumpa pers di Istana Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jumat (17/7/2009).
Namun, lanjut SBY, semua teori dan tudingan itu harus disertai bukti seusai dengan hukum yang ada di Indonesia.
“Kita tidak boleh menduga-duga begitu saja. Semua teori dan spekulasi harus bisa dibuktikan secara hukum. Negara kita merupakan negara hukum dan demokrasi sehingga harus betul-betul ditegakkan. Bila seseorang bisa dibuktikan bersam secara hukum yang bersangkutan bersalah, maka harus diadili,” tegasnya.
“Saya harus mengatakan pertama kali dalam rangkaian pileg dan pilprse 2009 ini, memang ada sejumlah ingkar janji yang dapat dikumpulkan oleh pihak berwenang. Ini memag tidak pernah kita buka kepada umum meskipun kita pantau dan ikuti intelijen yang sama. Maksudnya adalaha adanya kegiatan teroris yang berlatih menembak dengan foto saya berikut ada rekaman videonya,” lanjutnya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengatakan, saat ini banyak operasi intelijen yang dilakukan salah satu golongan, dan memiliki tujuan tertentu yakni tindakan terorisme.
“Ada operasi intelijen usai pemilihan presiden kemarin. Bahkan, wajah saya dijadikan sasaran tembak saat mereka berlatih menembak,” ujar SBY saat memberikan keterangan pers di Istana Negara, Jumat (17/7/2009).
SBY sempat berhenti berbicara sejenak dan meminta kepada ajudannya untuk mengambilkan gambar bukti latihan menembak para teroris yang dimaksud.
“Ini bukan fitnah dan bukan isu. Ini fakta dan saya memiliki bukti rekaman video serta gambarnya,” tandas SBY sambil menunjukan dua buah foto tersebut.
SBY mendapatkan kabar, jika selama ini beredar isu akan terjadi revolusi besar-besaran jika dirinya kembali menjabat sebagai presiden.
“Akan ada gerakan menduduki KPU secara paksa dan melawan hukum. Bagi mereka SBY tidak boleh dilantik,” tukas SBY.
Kendati demikian, SBY tidak menyebutkan nama siapa tokoh yang dimaksud. SBY hanya meminta kepada seluruh aparat baik Polri dan Badan Intelijen Negara (BIN) lebih meningkatkan keamanannya agar tindakan terorisme tidak terulang kembali.

Okezone.com




FILES

ARCHIEVES

TRESPASSING

TIMES

Juni 2017
S S R K J S M
« Agu    
 1234
567891011
12131415161718
19202122232425
2627282930  

RSS Okezone

  • Sebuah galat telah terjadi; umpan tersebut kemungkinan sedang anjlok. Coba lagi nanti.